Jadwal dan menu makan bayi 7 bulan

Pada usia 7 bulan bayi sudah tumbuh gigi depan (seri) berfungsi untuk memotong makanan. Walaupun sudah memiliki gigi, menu makanan bukan berarti si kecil sudah mampu melumat makanan selayaknya kita, oleh karena itu tekstur makanan yang diberikan harus halus dan mudah ditelan seperti saat dia masih berusia 6 bulan. Begitu juga dengan jadwal makan, masih tetap sama dengan anak 6 bulan, bedanya hanya terletak pada jumlah yang diberikan. Dimana semakin bertambahnya usia maka kapasitas lambung akan semakin besar, aktivitasnya juga semakin banyak oleh karena itu jumlah makanan yang diberikan juga harus ditambah secara bertahap.

Jadwal makan bayi 7 bulan sebagai berikut:

  1. Pagi hari setelah selesai mandi dan berjemur sebentar bayi diberi ASI,  15 - 30 menit setelah itu beri makan bayi sebanyak 3 - 5 sendok makan. Sebaiknya sebelum makan diberi ASI (susu) terlebih dahulu.
  2. Siang hari setelah bayi bagun dari tidur siang beri sari buah / pisang / pepaya / jeruk yang kulit arinya sudah dibuang. Setelah selesai makan buah ajarkan dia menggenggam biskuit sendiri sebagai makanan selingan.
  3. Sore hari setelah mandi, susui bayi baru diberi makan sebanyak 3 - 5 sendo juga. Kalau kami sering memberi makan anak sebelum mandi, alasannya karena biasanya bayi akan kotor (belepotan) setelah diberi makan, dan setelah mandi kami hanya memberi cemilan berupa biskuit bayi. 
  4. Di malam hari biarkan bayi menyusu sepuasnya.
Adapun menu dan resep makan bayi 7 bulan:
  1. ASI masih tetap sebagai makanan utama
  2. Bubur susu, resep dan cara membuatnya lihat di sini.
  3. Nasi tim, Nasi + lauk pauk + sayur ditanak lunak secara bersamaan, jika teksturnya cukup lunak bisa diberi langsung namun jika teksturnya agak kering maka sebaiknya digiling terlebih dahulu sebelum diberi pada bayi.
  4. Makanan selingan; sari buah, potongan pisang/ pepaya dan beerbagai jenis biskuit bayi. 
Biasakan variasi lauk pauk dan sayuran setiap kali membuat nasi tim, selain itu sebaiknya diberi dalam keadaan segar (masakan baru). Beberapa jenis lauk sumber protein untuk bayi 7 bulan;
  • Ikan tuna, mengandung protein tinggi sangat disukai bayi karena tekstur dagingnya yang lembut. Bisa disup atau digoreng dengan sedikit minyak. 
  • Daging sapi dan ayam sebaiknya dilumatkan, karena tektur serat dagingnya agak sulit ditelan anak.
  • Telur, direbus atau dioseng-oseng. Jika direbus sebaiknya dilumatkan dulu.
  • Tahu disup dapat langsung diberikan pada bayi.
  • Tembe disup tapi harus dilumatkan juga agar mudah ditelan anak.
Jenis sayuran yang cocok untuk bayi 7 bulan:
  • Bayam, dapat langsung ditanak bersama nasi tim. Sayur bayam sangat cocok untuk bayi selain mudah dilunakkna juga sangat bergizi.
  • Wortel, sama halnya dengan bayam.
  • Semua jenis sawi, sebaiknya dicincang halus sebelum ditanak bersama nasi tim karena serat sawi sulit dimasak hingga lunak. 
  • Jipang, sama halnya dengan wortel dan bayam.
  • Brokoli dan kol bunga, mudah dimasak hingga lunak.
Itulah jadwal dan menu makan bayi 7 bulan yang saya tulis berdasarkan pengalaman dan panduan posyandu,  semoga bermanfaat terutama bagi pasutri yang baru memiliki anak pertama. Saran dan komentar sanagat berharga, sebagai referensi tambahan untuk pembaca lainnya. 

Jadwal pemberian makan bayi 6 bulan - Panduan posyandu

Setelah berumur 6 bulan bayi sudah bisa diberi makanan pembantu ASI, disebut sebagai makanan pembantu karena makanan utama bayi tetaplah ASI. Menu makan bayi 6 bulan tidak sama dengan anak 9 bulan keatas, sebab saat ini bayi belum memiliki gigi untuk memotong maupun mengunyah makanan. Oleh karena itu perlu perlakuan khusus saat meresep menu harian mereka. Adapun jadwal pemberian makan bayi 6 bulan dijelaskan sebagai berikut:
  1. Bayi 6 bulan diberi makan sebanyak 2 - 3 kali sehari; sebaiknya sekali di pagi hari sekitar jam 9 - 10 pagi dan sekali di sore hari sekitar jam 4 -5 sore.
  2. Bayi diberi makanan selingan berupa sari buah-buahan atau pisang gerus 1 - 2 kali sehari, bisa diberi di siang dan sore hari. 
  3. Untuk malam hari cukup ASI saja sepanjang malam.
Ukuran lambung bayi 6 bulan masih kecil, oleh karena itu jumlah makanan yang diberikan juga sedikit. Jumlah yang diberikan setiap kali makan sekitar 2 hingga 3 sendok makan saja. Pada saat ini labung perlu penyesuaian terhadap jenis-jenis makanan, sebab pada umur 0 -  6 bulan bayi tidak makan apapun selain ASI.

Jenis menu makanan untuk bayi 6 bulan sudah pernah ditulis di beberapa tempat di blog ini, namun demikian agar artikel jadwal pemberian makan bayi 6 bulan ini lengkap berikut ini beberapa contoh resep menu makanan untuk bayi 6 bulan pertama:
  1. Bubur susu, cara membuatnya cukup mudah yakni; campur gula, susu, tepung beras dan air secukupnya. Aduk campuran tersebut hingga berbentuk bubur lalu panaskan hingga matang. Selain tepung beras bayi juga bisa diberi tepung kacang hijau. Menu makanan seperti ini dapat dipakai hingga anak berumur 8 bulan.
  2. Pisang gerus, cara membuatnya sangat sederhana , yakni; Ambil buah pisang, cuci lalu kupas setelah itu gerus dengan menggunakan sendok kecil lalu beri langsung pada bayi. Cara makan pisang seperti ini dapat dilakukan hingga bayi tumbuh gigi.
  3. Bubur instant, kalau saya kurang suka dengan yang instant-instant apalagi menyangkut makanan bayi.
  4. Susu formula.
Selengkapnya tentang resep menu makanan bayi 6 bulan tersebut dapat dilihat di sini. Teruskan pemberian ASI seperti biasanya, karena peranannya sangat penting dalam menjaga kesehatan anak, sebaiknya bayi dihentikan minum ASI di usia 2 tahun. Pemberian ASI hanya boleh dihentikan dalam keadaan darurat saja, ketika si Ibu sakit atau produksinya terhenti. 

Setelah bayi berusia 6 bulan memang sudah bisa diberi susu pengganti ASI (susu formula) tapi jika ingin anak memiliki daya tahan tubuh bagus alangkah baiknya utamakan ASI saja. Sebab kandungannya sangat penting untuk pertumbuhan anak. Demikianlah jadwal pemberian makan bayi 6 bulan - sesuai panduan posyandu ini saya tuliskan, semoga bermanfaat, lebih dan kurangnya mohon maaf.

Resep makanan bayi 11 bulan keatas

Makanan bayi 11 - 12 bulan tetap disebut sebagai pembantu ASI, jadi tetap utamakan pemberian ASI semau anak. Jika pada umur 6 - 9 bulan si kecil hanya dianjurkan makanan lunak seperti bubur susu, nasi tim, larutan biscuit dan gerusan buah pisang maka di umur 11 bulan keatas dia sudah bisa kita beri nasi dan lauk pauk seperti yang dikonsumsi keluarga. Hanya saja nasi tersebut harus ditanak agak lunak dengan melebihkan sedikit air dari biasanya. 

Makanan bayi 11 bulan keatas sebaiknya memenuhi konsep gizi seimbang, karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber protein dan mineral, buah dan sayur sebagai sumber vitamin & mineral. Pemberian susu bantu sangat dianjurkan sebagai pelengkap kecukupan gizi untuk bayi. 

Resep makanan bergizi untuk bayi 11 bulan keatas harus sesuai dengan konsep gizi seimbang tersebut, jangan terlalu memforsir pertambahan berat anak pada usia ini, sebab gerakannya sudah aktif. Pada umur 11 bulan ini saharusnya bayi sudah bisa duduk tegak, merangkak, dan berdiri berpegangan. Jika berat badan anak berlebihan bisa saja mengganggu aktifitas gerak bahkan merubah bentuk tulang karena saat berdiri tulang tidak sanggup menopang berat badan berlebih. Oleh karena itu selalu diusahakan berat badan bayi normal sesuai dengan umurnya. 

Berikut ini salah satu menu yang cocok untuk bayi 11 bulan: nasi lunak + ikan tuna + sayur bayam. berikan buah-buahan atau sarinya sebagai makanan selingan 2 kali sehari. Ikan tuna selain mengandung omega 3 juga merupakan sumber protein hewani terbaik dari semua daging hewan, harganya juga cukup terjangkau. 

Gigi bayi pada umur 11 bulan ini biasanya sudah ada 4 dan pada sebagian anak sudah ada 8, 2 diatas dan 2 dibawah atau 4 diatas dan 4 dibawah. Fungsi gigi ini hanya untuk memotong dan tidak bisa digunakan bayi untuk mengunyah, untuk itu nasi yang diberi harus dalam keadaan lunak. Makanan lain juga harus demikian, jika kita memberi roti, beri roti yang mudah larut air. Sedangkan daging-dagingan biasakan memasaknya hingga matang dan dicincang agak halus terutama pada ayam dan sapi. 

Pola/ jadwal pemberian makan pada bayi 11 bulan sebaiknya lihat di buku posyandu. Disana dijelaskan seperti berikut ini:
  1. Anak 11 bulan tetap diberi ASI seperti biasanya
  2. Beri makanan lunak beserta lauk pauknya sebanyak 3 - 4 kali sehari, jumlah setiap kali pemberian sekitar 125cc atau 1/2 gelas.
  3. Cemilan berupa makanan yang dapat digenggam sendiri oleh bayi 11 bulan seperti biskuit bayi, roti, buah apel, dll. Makanan selingan dieri 1 - 2 kali sehari (pagi dan sore). Ini berguna untuk mendidik anak makan sendiri.
Itulah resep makanan bayi umur 11 bulan keatas beserta pola/jadwal pemberiannya. Sumber utama tulisan ini buku posyandu dan pengalaman pribadi. Semoga bermanfaat dan membantu kita dalam merawat si kecil

Membersihkan gigi bayi yang baru tumbuh

Bayi mulai tumbuh gigi pada umur 6 - 7 bulan, ada juga yang lebih lama dari itu. Adanya pembengkakan gusi, sering menggigit-gigit sesuatu , dan sedikit lebih rewel dari biasanya merupakan tanda-tanda akan tumbuhnya gigi pada anak. Gigi si kecil  disebut dengan gigi susu, sifatnya lebih lunak dari gigi sejati pada orang tua.

Karena sifat lunak ini maka gigi bayi sangat mudah rusak dan menguning, untuk itu diperlukan perawatan tepat. Anak 3 tahun mungkin sudah bisa menggosok gigi sendiri atau selayaknya kita menggosok dengan sikat dan pasta gigi. Cara membersihkan gigi bayi berbeda dengan orang tua, begitu juga dengan peralatan yang digunakan.

Jika kita menggosok gigi bayi dengan menggunakan sikat gigi anak (sikat gigi biasa) pasti tidak akan berhasil, apalagi dengan menambahkan odol. Sesaat kita memasukkan sikat, mereka akan menggigitnya atau menutup mulut rapat-rapat bahkan menangis berontak. Untuk itu diperlukan alat khusus untuk membersihkan gigi bayi, alatnya biasa disebut dengan finger tooth brush for baby. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
harga baby finger tooth brush sikat gigi jari
Sarung jari sikat gigi bayi harga Rp. 35.000,-
Gambar diatas merupakan contoh sikat gigi bayi yang saya maksudkan diatas, sikat ini bisa disarungkan pada tulunjuk ibu jari dan dimasukkan ke mulut bayi untuk membersihkan giginya. Dengan menggunakan alat ini si kecil merasa lebih nyaman ketika kita membersihkan giginya yang baru tumbug, terbuat dari karet yang elastis sehingga gerakan jari lebih fleksibel ketiak kita menggosok gigi anak.

Untuk membersihkan gigi bayi sebaiknya jangan gunakan pasta gigi, cukup basahi alat tersebut dengan air saja. Cara penggunaan lengkap dapat dilihat dibalik kemasan sikat gigi khusus untuk bayi tersebut.

Harga sikat gigi khusus bayi ini Rp. 35.000,- belum termasuk ongkos kirim. Semua pesanan peralatan bayi di blog ini akan dikirim menggunakan paket JNE, TIKI, atau POS Indonesia. Untuk informasi dan pemesanan hubungi kami melalui 0852 - 7163 - 0608. Stok barang saat ini tersedia.

Bayi umur 8 bulan belum tumbuh gigi???

Bayi mulai tumbuh gigi sekitar umur 6 - 7 bulan, ditandai dengan pembengkakan pada gusi bawah. Sebagian bayi akan merasa sakit karena pembengkakan ini bahkan dapat menyebabkan demam. Rasa sakit karena tumbuh gigi sering dirasakan bayi di sore hari, mereka kadang menangis dan mengigit-gigit sesuatu. Jika anak sudah berumur 8 bulan belum juga tumbuh gigi itu bukan pertanda tidak normal, jadi orang tua tidak perlu terlalu risau, namun untuk lebih menenangkan hati silahkan konsultasikan dengan dokter anak.

Apa yang harus dilakukan jika bayi umur 8 bulan belum tumbuh gigi?  Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan gigi, diantaranya:

  • Memberi mainan yang berguna untuk menstimulus pertumbuhan gigi sering disebut dengan teether. Sebenarnya penggunaan mainan ini dianjurkan sejak umur 5 bulan, sebab dipercaya bahwa teether memang bergunan untuk mempercepat tumbuh gigi. Pilihlah teether terbuat dari bahan yang aman. Pada umumnya semuanya terbuat dari karet.
  • Kandungan kalsium pada susu juga sangat membantu pertumbuhan gigi anak, oleh karena itu walaupun anak sudah lebih dari 6 bulan usahakan tetap memberi ASI yang cukup (susu bantu).
  • Beri makanan pembantu ASI yang mengandung kalsium seperti ikan laut dan beberapa jenis sayuran.
  • Orang tua jangan terlalu khawatir, sebab banyak juga bayi baru tumbuh gigi pada umur 10 bulan bahkan 1 tahun.
Tanda-tanda bayi akan tumbuh gigi:
  • Si kecil sering gigit jari atau benda, kadang digigit seperti orang yang gemas bahkan jari kitapun kalau diletakkan digenggamannya akan diarahkannya mulut untuk digigit.
  • Tampak pembengkakan jelas pada gusi bayi, biasanya lebih dulu terlihat pada gusi bawah.
 Untuk itu ketika umur bayi sudah mencapai 6 - 7 bulan sebaiknya jangan meletakkan sembarangan benda di dekat mereka. Sebab saat ini anak sangat suka menggigit apapun yang dapat dijangkaunya. Selalu pastikan mereka mengenakan pakaian yang bersih dan tidak ada juntaian mainan atau pernak pernik pada baju tersebut, akan sangat berbahaya jika pernak-pernik tersebut digigit dan tertelan.

Bayi mau tumbuh gigi akan sedikit lebih rewel gampang menangis dari biasanya, hal ini wajar saja sebab mereka merasakan nyeri pada gusi yang bengkak tersebut. Tenangkan si kecil dengan pelukan atau mengendongnya berjalan sekitar rumah. Sikap gampang menangis ini tidak akan lama, setelah gigi tumbuh sikap rewel ini juga akan hilang.

Kesimpulannya; secara umum bayi tumbuh gigi pada usia 6 - 7 bulan, tapi banyak juga anak umur 8 bulan belum tumbuh gigi. Orang tua tidak perlu khawatir karena lambatnya pertumbuhan gigi si kecil, selama berat badan dan perkembangan psikisnya terlihat normal. 

Bayi aktif cenderung kurus dan malas makan

Bayi umur 9 bulan keatas cenerung sangat aktif, ketika dia sudah mampu berdiri, naik kereta dorong, apalagi mampu berjalan sendiri maka saat itu pertambahan berat badan tidak sepesat di umur 5-7 bulan. Penampilan si kecil juga terlihat lebih kurus dari sebelumnya, hal ini normal saja, sebab semakin banyak pergerakan bayi maka semakin banyak pula energi yang digunakan.

Selain terlihat kurus, bayi yang sudah berjalan juga cenderung malas makan. Mereka lebih suka bermain jalan kesana kemari saat kita hendak menyuapi makanan. Untuk itu biasakan jadwal makan bayi yang teratur, variasi menu makanan dan kurangi cemilan untuk anak. Selain itu jangan biasakan memberi mainan disaat bayi sedang makan.

Jadwal makan bayi yang teratur akan membiasakan anak untuk makan secara teratur dan cukup. Bahkan sebahagian anak akan minta makan ketika jam makan tiba. Jika ingin memberi cemilan, pilihlah makanan yang sehat dan alami terutama dari jenis buah-buahan. Asupan buah yang cukup akan menambah selera makan bayi, sebab dalam buah terkandung banyak vitamin C dan B.

Memberi Vitamin B complex (multivitamin anak) juga bisa membantu untuk meningkatkan selera makan anak. Untuk mendapatkan multivitamin yang tepat sebaiknya konsultasi dengan dokter anak atau bidan.

Jika pola makan bayi aktif sudah bagus tapi badannya juga tetap terlihat kurus, orang tua tidak perlu khawatir. Memang badan bayi normal akan terlihat lebih kurus ketika mereka sudah pandai berdiri dan berjalan, malah yang perlu dikhawatirkan badan bayi yang tetap gemuk walaupun mereka sudah bisa berdiri dan berjalan. Kegemukan pada anak yang sudah mulai berjalan dapat merubah bentuk tulang mereka, karena tulang tidak sanggup menopang berat badan yang berlebih.

Kegemukan berlanjut setelah bayi bisa berjalan sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak, sebab anak tersebut kemungkinan memiliki kecenderungan obesitas. Obesitas pada bayi saat pertumbuhan tidaklah baik untuk kesehatan dan penampilan mereka kelak, selengkapnya dapat di baca di sini. Kegemukan berlebih dapat menghambat perkembangan psikis, sebab bayi gemuk cenderung lebih suka tidur daripada bermain.

Bayi umur 2 bulan susah buang air besar - cara mengatasi

Sebenarnya orang tua tidak perlu cemas ketika bayi umur 2 bulan susah buang air besar. ASI dapat diserap sistem pencernaan anak secara sempurna, sehingga ada kalanya si kecil tidak buang air besar sama sekali selama 3 hari bahkan seminggu. Hal itu pernah terjadi pada bayi kami, setelah dikonsultasikan dokter mengatakan normal saja jika bayi 2 bulan susah (tidak) buang air besar selama beberap hari, selama dia hanya diberi ASI saja (ASI eksklusif).

Namun demikian, tentu kita sebagai orang tua cemas melihat kondisi bayi susah buang air besar. Oleh karena itu kami juga bertanya pada dokter tersebut apakah anak 2 bulan sudah boleh dikasih buah pepaya, maksudnya agar buang air besarnya lancar. Ternyata dokter tetap pada pendiriannya, dan bilang "ibunya saja dikasih banyak makan buah".

Bayi 2 bulan susah atau tidak buang air besar beberapa hari dapat terjadi karena produksi ASI hanya sedikit, sehingga semua ASI yang mereka minum tercerna habis tanpa ampas/ sisa. Sekali lagi perlu di ingat bahwa ASI dapat dicerna secara sempurna oleh sistem pencernaan bayi. Itulah sebabnya dokter tersebut menganjurkan agar si Ibu mengkonsumsi buah dan sayur yang banyak agar produksi ASI meningkat.

Dengan meningkatnya produksi ASI maka otomatis bayi akan mengkonsumsi susu dalam jumlah banyak, sehingga ada sisa dari proses pencernaan, sisa inilah yang akan dibuang sbagai feses. Jadi masuk akal bukan?

Akhirnya kami mengikuti saran dari dokter tersebut, dan menunggu. Tepat setelah 3 hari bayi kamipun buang air besar, dan siklus BAB-nya juga menjadi normal. Dari pengalaman ini saya sangat menganjurkan agar para orang tua jangan terlalu cepat panik dalam merawat bayi 0 - 6 bulan (masa ASI eksklusif minimal). Sebaiknya Ibu menyusui selalu menjaga kecukupan nutrisi, terutama konsumsi sayur dan buah, jangan melakukan diet di masa menyusui anak.

Jangan memberi makanan tambahan selain ASI pada bayi usia 2 bulan dan ini tetap berlaku hingga anak berumur lebih dari 6 bulan. Jangan mengedepankan ego "bayi gemuk terlihat menggemaskan", sebab ego belum tentu baik untuk perkembangan bayi selengkapnya tentang bayi gemuk ini dapat dibaca di sini. Beri ASI saja sesuai kemauan bayi, tidak perlu makanan tambahan sebab lambung bayi 2 - 6 bulan belum cukup sempurna untuk mencerna makanan lain. Anak usia 0 - 6 bulan hanya boleh diberi susu tambahan (formula) hanya dalam keadaan terpakasa, seperti; ibu menyusui sakit, atau produksi ASI berhenti.

Skala perkembangan bayi 7 bulan

Bayi umur 7 bulan bisa apa sih? itulah sebuah pertanyaan yang mengarah ke blog si kecil. Pada saat 7 bulan bayi seharusnya sudah mampu menguasai keahlian bayi 6 bulan, yakni; mengangkat kepalanya secara tegak saat tengkurap, menggenggam/ mencengkram benda dengan kuat, mengetahui arah suara dengan baik, dan mampu tersenyum ketika diajak bicara atau tersenyum. Jika kemampuan ini belum dicapai bayi setelah usianya mencapai 7 bulan sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan.

Adapun skala perkembangan bayi 7 bulan diantaranya sebagai berikut:
  • Ketika didudukkan dia sudah mampu mengangkat kepala dengan tegak (7 - 9 bulan). Untuk menilai ini cobalah dudukkan bayi di meja atau kursi tanpa busa dengan pengawasan tentunya, perhatikan posisi kepala bayi ketika duduk sendiri tanpa bersandar apakah kepala dipertahankan secara tegak dalam posisi duduk?
  • Suka menjangkau benda apapun yang mampu mereka raih. Cara menilai, letakkan benda warna-warni di dekat bayi, apakah dia berusaha untuk menggapai benda tersebut? (kemampuan di usia 7 - 9 bulan)
  • Sudah mulai mengenal anggota keluarga dengan baik, coba perhatikan ketiak dia digendong orang lain yang baru pertama dilihatnya, apakah mereka menangis atau menatap wajah penggendong tersebut secara serius? (7 hingga 9 bulan)
  • Si kecil juga semakin sering mengoceh, tertawa dan berteriak ketika melihat benda yang menarik perhatiannya. Caranya coba tunjukkan benda menarik (warna- warni/ mengeluarkan bunyi), apakah bayi tertawa/ teriak?
Semua perkembangan/ kemampuan bayi diatas tidak harus dimilikinya saat umur 7 bulan, beberapa bayi mampu melakukan hal tersebut pada saat 8 bulan. Ketika anak sudah berumur 9 bulan maka semua keahlian diatas harus dicapainya, jika belum maka konsultasilah dengan dokter anak atau bidan.

Kita dapat juga menstimulasi perkembangan bayi, tapi tidak boleh terlalu dipaksakan, lakukanlah teknik-teknik merangsang perkembangan anak secara bertahap. Ikuti kegiatan posyandu secara rutin, sehingga kontrol perkembangan dan pertumbuhan berat badan bayi normal lebih terjaga. Terlalu gemuk di usia 7 - 9 bulan dapat memperlambat perkembangan anak, sebab berat badan yang berlebih akan menghambat pergerakan mereka. Oleh karena itu selalu timbang bayi di posyandu dan bandingkan dengan grafik pertumbuhan bayi normal yang ada di buku posyandu tersebut.

Jenis mainan mendukung perkembangan mereka saat ini sama saja dengan di usia 5 bulan, intinya utamakan keamanan bahan pembuat mainan, memiliki warna cerah, dan mengeluarkan bunyi-bunyian. Menjelang usia bayi 9 bulan biasanya mereka suka melemparkan benda yang digenggamnya dan juga masih suka memasukkan sesuatu kedalam mulut. Oleh karena itu pastikan tidak ada benda-benda kecil (tertelan), mudah pecah berserakan di lantai. Ketika bayi sudah mampu merangkak biasakan agar rumah tertata rapi.

Pola makan berikut jenis makanan pembantu ASI buat bayi 7 bulan dapat dilihat di sini. Ajarkan juga dia untuk mampu tidur sendiri caranya coba baca di sini, semoga bermanfaat.

Fakta Seputar Bayi Terlihat Kurus

Bayi gemuk dan montok begitu menggemaskan, Tapi ingat loh ya.. 'Bayi gemuk belum tentu sehat', ringkasannya bisa dibaca di sini. Kali ini saya hanya ingin berbagi pengalaman tentang bayi kurus. Pada kegiatan posyandu sering sekali para ibu bertanya pada petugas tentang cara meningkatkan berat badan bayi, padahal saat itu berat anak mereka dalam keadaan normal. Kenapa kok harus bertanya cara menggemukkan bayi? Itulah karena kita para orang tua masih kurang paham tentang perkembangan normal si kecil. Kita hanya mengedepankan ego dan persepsi bahwa bayi gemuk itu terlihat menggemaskan.

Orang tua yang baik tentu tidak mengedepankan ego dan keinginan semata, tapi lebih mengutamakan kesehatan anak. Ingat bu... Obesitas (kegemukan) dapat memperlambat perkembangan psikis anak, bahkan dapat merusak struktur tulang bayi karena tulang mereka tidak mampu menopang berat badan.

Bayi terlihat kurus pada dasarnya karena kita membandingkan dengan anak kecil lainnya. Untuk itu jangan membandingkan postur tubuh anak kita dengan anak orang lain, cukuk timbang berat badan si kecil secara rutin dan bandingkan pada grafik kenaikan berat badan bayi normal yang ada di buku posyandu. Itu jauh lebih aman daripada membandingakannya dengan bayi lain.

Kenaikan bayi normal akan terlihat jelas pada umur 2 - 7 bulan, sebab saat itu aktivitas anak belum banyak, hanya menyusu, tidur dan sedikit berguling. Secara perlahan pertambahan berat badan akan menurun setelah anak pandai merangkak, berdiri apalagi berjalan. Jika pertambahan anak tetap pesat walaupun sudah pandai merangkak dan berjalan sebaiknya konsultasi dengan dokter anak, mungkin pola pemberian makan pada bayi tersebut tidak tepat.

Sangatlah biasa bayi yang sudah aktif bergerak (merangkak dan berjalan) terlihat lebih kurus daripada bayi umur 5 - 6 bulan, jadi jangan terlalu cemas, yang penting bayi dalam keadaan sehat, cukup makan, bermain dan tidur. Tidak perlu memforsir anak untuk mengkonsumsi berbagai jenis menu makanan bayi, cukup ikuti saja pola makan si kecil sesuai anjuran pada kegiatan posyandu. Memberi mereka makan berlebihan dapat menyebabkan obesitas.

Bayi dapat dikatakan kurus apabila berat badan mereka dibawah garis normal. Kenaikan berat badan bayi normal dapat diminta pada dokter anak atau di kegiatan posyandu. Untuk itu sebagai orang tua yang baik, sesibuk apapun kita cobalah sempatkan diri untuk mengikuti kegiatan posyandu ini, sebab disanalah kita dapat mendapat informasi yang tepat tentang penanganan bayi yang baik.

Jika berat badan anak umur dibawah 6 bulan kurang dari berat normal biasanya penyebab utamanya adalah karena kurang minum ASI. Jika produksi ASI kurang maka bolehlah kita sebagai orang tua memberi susu formula pengganti ASI. Tapi jika anak kurang minum susu karena ibunya sibuk bekerja, alangkah baiknya si ibu memerah dan menyimpan ASI tersebut sebelum pergi bekerja, saat ini sudah banyak dijual alat untuk memerah dan menyimpan ASI. Selalu ada jalan terbaik untuk perkemabangan anak, asal kita sebagai orang tua mau menjalankannya.

Bayi Gemuk Belum Tentu Sehat

Suatu ketika saya pernah membaca artikel tentang bayi, mengatakan; tidak ada hubungan berat badan dengan kesehatan anak. Padahal mendeteksi kesehatan bayi paling mudah dengan membandingkan berat badan dengan umurnya, itulah sebabnya pada kegiatan posyandu selalu dilakukan penimbangan, tujuannya untuk mengetahui apakah bayi kita gemuk, kurus atau normal.

Berat badan bayi sebaiknya selalu dalam keadaan normal, untuk mengetahui kisarannya coba baca buku posyandu yang kita miliki atau lihat penjelasannya di sini. Disana ada tabel kenaikan berat badan berdasarkan umur, buku ini bisa di minta di Puskesmas, posyandu dan sebahagian dokter spesialis anak. Intnya bayi gemuk bukan berarti sehat dan begitu juga sebaliknya.

Pada bayi gemuk sering ditemukan lipatan-lipatan pada tubuhnya, semakin banyak lipatan maka semakin besar peluang bayi terkena iritasi akibat biang keringat. Bagian tubuh bayi yang terdapat lipatan ini cenderung sering basah oleh keringat, kondisi basah merupakan tempat tumbuh berkembangnya jamur dan bakteri, itulah sebabnya pada bayi gemuk sering sekali terjadi iritasi kulit.

Kegemukan pada bayi juga bisa menyebabkan kelainan tulang, berat badan berlebih tidak mampu ditopang dengan baik oleh tulang bayi yang cenderung lunak. Struktur tulang ini bisa membengkok, terutama bagi anak yang sudah mulai berdiri dan berjalan. Kegemukan (obesitas) ini bisa menyebabkan mereka berkaki O.

Obesitas pada bayi juga dapat berlanjut hingga masuk sekolah bahkan hingga dewasa, pasti kita sudah pernah melihat anak seperti itu. Bayangkan jika obesitas ini berlanjut hingga mereka remaja, tentu dapat mengurangi rasa percaya diri dalam pergaulannya kelak. Untuk itu sebaiknya usahakan agar berat badan si kecil selalu normal.

Berikut ini sedikit tips untuk menghindari kegemukan pada bayi:
  1. Terapkan ASI ekslusif (minum ASI saja hingga 6 bulan).
  2. Jangan beri susu formula, makanan pembantu asi, makanan keras pada bayi dibawah 6 bulan. Susu formula memiliki kadar gula dan kalori yang sangat tinggi, sedangkan pergerakan anak pada usia < 6 bulan masih sangat sedikit, sehingga gula tersebut akan tersimpan dalam bentuk lemak tubuh.
  3. Jangan biasakan mendiamkan anak dengan makanan atau susu, sebab belum tentu bayi menangis karena lapar/ haus. Bisa saja mereka menangis karena butuh perhatian. Untuk itu sebaiknya baca dan pahami tentnag pola makan bayi yang baik. 
  4. Beri makanan pembantu ASI setelah umur anak minimal 6 bulan dengan porsi secukupnya saja. Ingat arti dari makanan pembantu bukanlah makanan pokok, hingga berumur 1 tahun makanan yang mereka makan masih disebut makanan pembantu ASI, jadi hingga 1 tahun tetap utamakan ASI.
Mendiamkan tangis anak tidak harus dengan memberi makanan atau susu, mereka bisa ditenangkan dengan memeluknya, bercanda, atau memberi mainan yang menarik perhatiannya. Kebiasaan memberi makanan/ susu untuk mendiamkan bayi merupakan penyebab utama kegemukan pada anak.