Mengapa anak tidak mau makan?


Mungkin banyak diantara kita orang tua memiliki anak yang susah makan sehingga berat badan mereka turun dari hari ke hari. Walaupun berat badannya masih di kisaran normal penurunan BB tersebut sering membuat kita orang tua merasa khawatir. Hal seperti itu sempat saya konsultasikan dengan dokter anak, dengan tujuan agar dokter tersebut memberikan resep penambah selera makan anak, tapi ternyata dokter yang kami tuju tidak memberi apapun, malah yang kami dapat hanya nada marah dari sang dokter yang menekankan bahwa anak tidak mau makan itu bukan karena kurang multivitamin, tapi itu semua karena kesalahan orang tua dalam membiasakan pola makan si anak.

“Baiklah saya beri anak anda multivitamin penambah selera makan sekarang, tapi tahu kah anda bahwa anak umur 2 tahun telah pandai memilih makanan. Setelah diberi multivitamin dia tetap saja akan memilih makanan yang dia suka seperti ice cream, permen dan makanan berpenyedap lainnya” Selanjutntnya dokter tersebut menambahkan, “Untuk itu jangan biasakan memberi anak makanan berpenyedap, Ice cream, permen dan makanan sejenisnya, yang dapat mensugesti kemauan anak dalam memilih makanan, biasakan mereka mengikuti pola makan yang benar sesuai dengan umur dan utamakanlah makanan sehat dan seimbang. Intinya jajanan dari luar itu nanti saja setelah mereka mengerti akan arti pentingnya makan nasi”

Wealah, kita minta multivitamin malah si dokter memberi ceramah dan ngomel-ngomel. Tepa ada benarnya juga perkataan sang dokter anak, sebab anak kami memang sudah mengenal makanan seperti permen, mie, snack, ice cream dan berbagai jajanan lainnya. Kerap kali jika diajak makan malah dia mita permen atau ketika dia sadang makan dan melihat permen pasti makannya akan berhenti saat itu juga. Jadi repot kan..? Mau dipaksa? Tetap aja nasi tersebut akan dimuntahkannya.

Kebiasaan semacam ini terlihat sederhana namun pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan anak. Pola makan yang benar akan membangun disiplin anak semenjak dini, kecukupan giji seimbang juga terjaga dengan baik. Pertanyaannya bagaimana jika pola makan anak sudah rusak, apakah bisa diperbaiki lagi? Ternyata bisa, yakni dengan memulai kebiasaan baru dan berhenti memberi anak jajanan permen, snack dan sejenisnya. Jangan takut anak akan kelaparan, jika mereka lapar mau tidak mau mereka akan memakan nasi dan lauk pauk yang kita tawarkan. Sederhana bukan.. semoga bermanfaat.


Related Post

Tidak ada komentar: