Bayi Sebagai Agent of Change Bagi Keluarga


Lahirnya seorang bayi di tengah-tengah keluarga adalah sebuah anugrah. Dia akan membawa kebahagiaan kepada seluruh anggota keluarga, celotehnya mampu menghilangkan penat sepulang kerja, bahkan tangisannya sekalipun dapat menyatukan selisih paham suami istri. Sadarkah kita kehadiran si kecil dapat merubah seisi rumah? Coba bandingkan kondisi rumah sebelum dan sesudah bayi lahir, pasti kita akan menyadari betapa hebatnya dia, mampu menjadi "agent of change" bagi keluarga.

Dulu mungkin suami memiliki kebiasaan buruk, sehari bisa menghabiskan 2 bungkus sempurna hijau, tapi sekarang mau tidak mau harus mengurangi karena ada anak bayi di rumah. Dulu si istri beli baju 4 kali sebulan, sekarang mau tidak mau dikurangi karena tuntutan baju dan perlengkapan anak. Kebiasaan boros pasutri secara nyata dapat dirubah oleh si buah hati. Begitu hebatnya mereka, di usianya masih hitungan bulan sudah mampu merubah orang di sekitarnya menjadi lebih baik.

Dulu sepulang kerja, si ibu mungkin suka meletakkan peniti, jarum pentul, dan bros jilbab sembarangan. Sekarang setelah ada bayi, mau tidak mau harus meletakkan ditempat khusus, jauh dari jangkauan anak.  Mereka hadir membawa perubahan, atau dengan katalain "mau tidak mau kita harus berubah" demi keselamatan si buah hati.

Dulu sehabis ngopi, si bapak suka meninggalkan cangkir begitu saja di meja. Sekarang sehabis ngopi suami selalu membawa gelasnya sendiri ke westafel, hanya karena satu hal "demi keselamatan dan kenyamanan anak", sebab bayi begitu suka menggapai-gapai apapun yang ada dimeja dan membuangnya begitu saja. Itulah hebatnya si kecil, belum bisa bicara tapi sudah bisa mengigatkan kita untuk menghilangkan kebiasaan buruk.

Mungkin masih banyak lagi kebiasaan buruk di masa lampau telah hilang setelah anak lahir. Itulah salah satu bukti betapa hebanya para bayi, kecil-kecil sudah mampu menjadi agent of change. Untuk itu mari bersyukur, dengan memberikan hal terbaik untuk mereka. seperti membelikan mereka mainan yang aman, pakaian yang nyaman dan lain-lain. Tidaklah harus perlengkapan atau maian bayi mahal, "terbaik tidak sama dengan termahal".


Related Post

Tidak ada komentar: