Jadwal makan bayi umur 1 tahun


Ketika bayi telah berumur 12 bulan lebih, gigi sudah tumubuh beberapa pasang, sebahagian dari mereka sudah bisa berjalan, dan sudah mengenal berbagai jenis makanan kesukaan. Kemampuan tersebut kadang menjadi kendala dalam memberi makan, contohnya; anak yang sudah andai berjalan cenderung lebih suka bermain daripada makan,dan anak yang sudah mengenal berbagai jenis jajanan akan memilih-milih menu.

Anak bayi 1 tahun malas makan, masalahnya bukan pada si kecil tapi pada orang lebih tua disekitarnya. Megapa demikian? Sebab, bayi bukanlah seorang yang telah mampu memahami cara hidup sehat, mereka hanya mengerti makanan enak dan tidak enak. Si bayi tahu persis bahwa ice cream itu enak dan nasi bikinan mama gak enak sama sekali. Siapa yang salah? Tentu saja orang yang telah mengenalkannya pada ice cream.

Banyak faktor yang membuat seorang bayi malas makan, salah satunya adalah jadwal makan yang tidak teratur. Bagaimana jadwal bisa mempengaruhi? Pada umumnya bayi tertib dengan kebiasaan, coba kita perhatikan kapan biasanya dia minta susu, buang air besar atau minta mandi. Kita akann menemukan sebuah rutinitas yang teratur; BAB selalu diwaktu yang hampir sama, minta mimi dan mandi di waktu seperti hari kemarin. Ini menandakan bahwa rutinitas itu terbangun secara alamiah sejak kita masih bayi. Jika kita memberi makan bayi berdasar rutinitas dan terjadwal, maka makan pada waktunya akan menjadi kebiasaan anak, (tanpa disuruhpun dia akan minta makan).

Jadwal dan porsi makan anak

Oleh karena jika kita terhindar dari sifat anak malas makan, maka dari sekarang bangun jadwal dan patuhi. Porsi dan jadwal makan bayi umur 1 tahun hingga 18 bulan sekitar ½ gelas / sekali makan, dan diberi 3 – 4 kali sehari. Porsi tersebut dengan asumsi bahwa si kecil masih mendapat ASI. Bagaimana dengan bentuk jadwalnya? Pagi hari sesudah mandi, siang sebelum dzuhur, sore sesudah/ sebelum mandi dan malam di waktu makan keluarga.
sup bubur sehat untuk bayi

Selama bayi masih mendapatkan ASI jangan terlalu khawatir dengan kecukupan gizi mereka. Kekhawatiran seyogyanya ditujukan pada kecukupan gizi emaknya (ibu menyusui). Ingat slogan “ibu sehat bayi selamat”, slogan itu bukan hanya untuk ibu hamil tapi berlaku juga untuk masa menyusui.


Related Post

Tidak ada komentar: