Bayi Gemuk Belum Tentu Sehat


Suatu ketika saya pernah membaca artikel tentang bayi, mengatakan; tidak ada hubungan berat badan dengan kesehatan anak. Padahal mendeteksi kesehatan bayi paling mudah dengan membandingkan berat badan dengan umurnya, itulah sebabnya pada kegiatan posyandu selalu dilakukan penimbangan, tujuannya untuk mengetahui apakah bayi kita gemuk, kurus atau normal.


Berat badan bayi sebaiknya selalu dalam keadaan normal, untuk mengetahui kisarannya coba baca buku posyandu yang kita miliki atau lihat penjelasannya di sini. Disana ada tabel kenaikan berat badan berdasarkan umur, buku ini bisa di minta di Puskesmas, posyandu dan sebahagian dokter spesialis anak. Intnya bayi gemuk bukan berarti sehat dan begitu juga sebaliknya.

Pada bayi gemuk sering ditemukan lipatan-lipatan pada tubuhnya, semakin banyak lipatan maka semakin besar peluang bayi terkena iritasi akibat biang keringat. Bagian tubuh bayi yang terdapat lipatan ini cenderung sering basah oleh keringat, kondisi basah merupakan tempat tumbuh berkembangnya jamur dan bakteri, itulah sebabnya pada bayi gemuk sering sekali terjadi iritasi kulit.

Kegemukan pada bayi juga bisa menyebabkan kelainan tulang, berat badan berlebih tidak mampu ditopang dengan baik oleh tulang bayi yang cenderung lunak. Struktur tulang ini bisa membengkok, terutama bagi anak yang sudah mulai berdiri dan berjalan. Kegemukan (obesitas) ini bisa menyebabkan mereka berkaki O.

Obesitas pada bayi juga dapat berlanjut hingga masuk sekolah bahkan hingga dewasa, pasti kita sudah pernah melihat anak seperti itu. Bayangkan jika obesitas ini berlanjut hingga mereka remaja, tentu dapat mengurangi rasa percaya diri dalam pergaulannya kelak. Untuk itu sebaiknya usahakan agar berat badan si kecil selalu normal.

Berikut ini sedikit tips untuk menghindari kegemukan pada bayi:
  1. Terapkan ASI ekslusif (minum ASI saja hingga 6 bulan).
  2. Jangan beri susu formula, makanan pembantu asi, makanan keras pada bayi dibawah 6 bulan. Susu formula memiliki kadar gula dan kalori yang sangat tinggi, sedangkan pergerakan anak pada usia < 6 bulan masih sangat sedikit, sehingga gula tersebut akan tersimpan dalam bentuk lemak tubuh.
  3. Jangan biasakan mendiamkan anak dengan makanan atau susu, sebab belum tentu bayi menangis karena lapar/ haus. Bisa saja mereka menangis karena butuh perhatian. Untuk itu sebaiknya baca dan pahami tentnag pola makan bayi yang baik. 
  4. Beri makanan pembantu ASI setelah umur anak minimal 6 bulan dengan porsi secukupnya saja. Ingat arti dari makanan pembantu bukanlah makanan pokok, hingga berumur 1 tahun makanan yang mereka makan masih disebut makanan pembantu ASI, jadi hingga 1 tahun tetap utamakan ASI.
Mendiamkan tangis anak tidak harus dengan memberi makanan atau susu, mereka bisa ditenangkan dengan memeluknya, bercanda, atau memberi mainan yang menarik perhatiannya. Kebiasaan memberi makanan/ susu untuk mendiamkan bayi merupakan penyebab utama kegemukan pada anak.


Related Post

Tidak ada komentar: